Halaman

    Social Items

Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Dampak Positif yang mungkin timbul akibat perubahan sosial di masyarakat,antara lain sebagai berikut.

1. Perbaikan di Bidang Pendidikan
Perbaikan sistem pendidikan nasional akan memberikan kesempatan bagi setiap warga masyarakat untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang baik.Pendidikan akan memberikan kesempatan kepada setiap warga masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang layak.Pendidikan kejuruan dan keterampilan akan menghasilkan angkatan kerja yang profesional.

2. Perubahan di Bidang Teknologi


Teknologi tepat guna dan teknologi modern akan menghasilkan efisiensi dan efektivitas yang lebih produktif.Teknologi juga akan membantu ke arah hidup yang lebih menyenangkan dan lebih sejahtera.

3. Perubahan di Bidang Industrialisasi
Industrialisasi akan membuka kesempatan kerja,dan meningkatkan produktivitas kebutuhan hidup masyarakat

Dampak Positif Perubahan Sosial

Faktor Penghambat Perubahan Sosial terdiri dari beberapa hal,antara lain faktor kemiskinan,faktor alam,dan faktor budaya tradisional.

Faktor Kemiskinan
Baik secara struktural maupun secara kultural,kemiskinan berdampak pada pola ketidakberdayaan,berserah kepada nasib,serta cakrawala berpikir serba sempit dan terbatas.Dampak lebih lanjut adalah rendahnya pendidikan dan buruknya kesehatan.

Faktor Alam
Antara lain disebabkan oleh letak yang terisolasi,sehingga mengalami hambatan hubungan dengan masyarakat luas.Daerah semacam ini disebut daerah tertinggal.

Faktor Budaya Tradisional
Seperti faktor adat istiadat yang serba kaku dan irasional,curiga terhadap hal-hal yang baru berasal dari luar maupun terasa asing bagi mereka,berserah kepada takdir,dan lain-lain.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Teori Siklus - Menurut teori ini,perubahan sosial sebagai sesuatu yang berulang-ulang.Segala sesuatu yang terjadi sekarang pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan yang terjadi sebelumnya.Didalam pola perubahan ini tidak tampak batas-batas antara pola hidup primitif,tradisional,dan modern.

Para penganut teori siklus berpandangan bahwa sejumlah tahap harus dilalui oleh masyarakat.Akan tetapi,proses peralihan masyarakat bukanlah berakhir pada tahap akhir yang sempurna,melainkan berputar kembali ke tahap awal untuk peralihan selanjutnya.


Dibawah ini beberapa pendapat tentang teori siklus menurut para ahli.

1. Oswald Spengler (1880-1936)
Spengler adalah seorang ahli filsafat Jerman.Ia berpandangan bahwa setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran,pertumbuhan,dan keruntuhan.Proses perputaran tersebut membutuhkan waktu sekitar seribu tahun.

2. Pitirim A. Sorokin (1889-1968)
Sorokin adalah seorang ahli sosiologi Rusia.Menurutnya,semua perdaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir.Berikut tiga sistem kebudayaan itu.

  • Kebudayaan Ideasional,didasari oleh nilai-nilai dan kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supernatural)
  • Kebudayaan Idealistis,berisi kepercayaan terhadap unsur adikodrati dan rasionalitas berdasarkan fakta saling bergabung dalam menciptakan masyarakat yang ideal
  • Kebudayaan Sensasi,tolok ukur dari kenyataan dan tujuan hidup
Menurut Sorokin,peradaban Barat modern merupakan peradaban yang rapuh dan tidak lama lagi akan runtuh.Selanutnya,akan berubah menjadi kebudayaan ideasional yang baru.

3. Arnold Toynbee (1889-1975)
Toynbee adalah seorang sejarawan Ingris.Ia menilai bahwa peradaban bsear berada dalam siklus kelahiran,pertumbuhan,keruntuhan,dan kematian.

Teori Siklus (Perubahan Sosial)

Upaya Indonesia untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk - Upaya yang terkait dengan pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Indonesia di antaranya diselenggarakan melalui program Keluarga Berencana (KB).Program KB mulai digalakkan pada tahun 1970-an.Pada awalnya,program tersebut banyak ditentang masyarakat karena masih ada anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.Namun,kerja keras semua pihak akhirnya membuahkan hasil karena angka pertumbuhan penduduk mulai beekurang sejak program tersebut digulirkan.

Tingkat kelahiran yang pada tahun 1970-an mencapai 5,6 pada tahun 2013 turun menjadi 2,6.Tujuan dari program KB tidak hanya sekedar mengendalikan laju pertumbuhan penduduk,tetapi juga memperbaiki kesejahteraan ibu,anak dan keluarga,mengurangi angka kelahiran,serta menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa.

Selain melalui program KB,pemerintah juga berupaya mengendalikkan laju pertumbuhan penduduk denga meningkatkan pendidikan.Pendidikan diyakini akan mengubah cara pandang tentang jumlah anak dan melakukan perencanaan keluarga yang baik.Pendidikan juga dapat menunda usia pernikahan sehingga mengurangi kemungkinan untuk memiliki banyak anak.

Laju pertumbuhan penduduk juga dikendalikan melalui pemberdayaan generasi muda.Generasi muda yang terdidik dan bekerja akan mengurangi kemungkinan memiliki anak dalam jumlah banyak.Mereka berpikir rasional dalam menentuka jumlah anak sehingga perannya dalam masyarakat tidak terkendala oleh banyaknya anak.

Upaya lainnya yang dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah meningkatkan peran pemuda alam berbagai aktivitas seperti seni,olahraga,dab budaya.Berbagai aktivitas tersebut akan menunda usia menikah karena kesibukkan mereka.

Upaya Indonesia untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk

Penyebab kenakalan remaja secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua,yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

Faktor Intern
Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam diri remaja tersebut.Faktor intern antara lain sebagai berikut.

1) Krisis Identitas
Perubahan biologis dan sosioogis pada diri remaja memungkinkan terjadinta dua bentuk integrasi.Integrasi pertama,terbentuknya perasaan akan konsisten dalam kehidupannya.Integrasi kedua,tercapainta identitas peran.Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

2) Faktor Kepribadian
Masa remaja dikatakan sebagai masa yang sedang mencari jati diri.Masa remaja juga dikatakan sebagai suatau masa yang berbahaya.pada periode ini,seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa dewasa.Masa ini dirasakan sebagai suatu krisis identitas karena belum adanya pegangan,sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang.Kepribadian yang tidak dapat dibentuk dengan baik akan mengarahkan remaja untuk melakukan kenakalan dan tindakan menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku.

3) Faktor status dan peranannya dalam masyarakat
Tindakan menyimpang terhadap hukum yang pernah dilakukan anak mendorong kembali si anak melakukan penyimapngan.Setelah selesai melakukan proses hukum seringkali pada saat kembali ke masyarakat,anak itu mempunyai kecenderungan untuk kembali melakukan tindakan menyimpang.Seorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku,setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum,sering kali pada saat kembali ke masyarakat status atau sebutan "eks narapidana" yang diebrikan oleh masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimapngan hukum karena merasa tertolak dan terasingkan.


Faktor Ekstern
Faktor ekstern merupakan faktor-faktor penyebab yang berasal dari luar diri si anak.Ada beberapa faktor ekstern kenakalan remaja antara lain sebagai berikut.

1) Kondisi Lingkungan Keluarga
Kondisi orang tua di lingkungan keluarga dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja,misalnya saja,orang tua yang disibukkan oleh karir dan pekerjaan,kurang perhatian dan kasih sayang,kurangnya proses dialogis dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak.Penyebab kenakalan remaja pada anak dari keluarga mampu atau kaya bukan terletak pada materi,tetapi lebih pada kurangnya kasih sayang dan perhatian.

Pada keluarga kurang mampu,penyebab kenakalan remaja adalah kurangnya perhatian orang tua karena sibuk mencari nafkah,ketidakmampuan untuk rekreasi,kondisi perumahan yang tidak memenuhi syarat,ketidakmampuan orang tua menyekolahkan anak,dan sebagainya.Kondisi demikian bisa mengakibatkan remaja melakukan penyalahgunaan narkoba,baik sebagai pemakai atau pengedar.

2) Kontak sosial dari lembaga masyarakat kurang baik
Apabila sistem pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola perilaku anak muda sekarang kurang berjalan dengan baik,akan memunculkan tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku.

3) Kondisi geografis atau kondisi alam fisik
Kondisi geografis yang tidak subur,kering,tandus dapat juga menjadi penyebab seorang remaja melakukan tindakan menyimpang,terlebih pada individu yang bermental negatif.Tindakan kenakalan remaja akibat dari kondisi ini,misalnya melakukan pencurian,menganggu keamanan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,melakukan pengrusakan.

4) Faktor kesenjangan ekonomi dan disintegrasi politik
Kesenjangan yang nyata dan tampak antara orang kaya dan orang miskin menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan perusakan,pencurian,dan perampokan.Disintegrasi politik dapat memengaruhi jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan penyimpangan.

Penyebab Kenakalan Remaja (Faktor Intern & Ekstern)

Pengertian Demoralisasi / Dekandensi Moral - Modernisasi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi menjadikan paham-paham Barat masuk secara leluasa ke Indonesia.Paham-paham tersebut belum tentu sesuai dengan nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.Hal ini menyebabkan nilai-nilai sosial masyarakat memudar.


Masyarakat mulai meninggalkan nilai dan norma sosial mereka.Nilai dan norma sosial yang memudar dalam masyarakat menyebabkan munculnya demoralisasi atau dekadensi moral.Demoralisasi atau Dekadensi Moral adalah menurunnya atau merosotnya akhlah atau mral seseorang yang tinujukkan dari perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat.

Demoralisasi yang banyak dijumpai saat ini diantaranya adalah pembunuhan,korupsi,pencurian,pergaulan bebas,dan lain-lain.Akibat dari demoralisasi selanjutnya adalah meningkatnya kriminalitas dalam masyarakat.

Pengertian Demoralisasi / Dekadensi Moral

Pengertian,Ciri,dan Dampak Westernisasi  - Makin cepatnya arus informasi yang diperoleh di era modern menyebabkan bebragai macam pengaruh muncul dalam perubahan sosial-budaya.Arus informasi yang berkembang cukup cepat menyebabkan interaksi masyarakat dengan masyarakat lain makin intensif.Interaksi dengan dunia luar yang tidak disaring ataupun tidak terkendali dapat memengaruhi perilaku masyarakat.Salah satunya adalah westernisasi.Apakah kamu tau apakah westernisasi itu?

Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisnya yang meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan.Westernisasi dilakukan di antaranya dengan cara meniru gaya hidup bangsa Barat seperti Eropa dan Amerika.Mengapa yang ditiru kok Eropa dan Amerika? bangsa Eropa dan Amerika dianggap sebagai bangsa yang modern sehingga banyak anggapan bahwa meniru mereka akan disebut modern.


Westernisasi dapat diliat dari cara berpakaian,cara mengisi waktu luang,dan sebagainya.Westernisasi tanpa disadari telah banyak dilakukan oleh masyarakat seperti gaya hidup yang bermewah-mewahan,gaya ramput kepirang-pirangan.Westernisasi dapat terjadi karena masyarakat seringkali menyalahartikan antara westernisasi dan modernisasi.Padalah Westernisasi dan modernisasi adalah dua hal yang berbeda.

Ciri Terjadinya Westernisasi

  1. Kurang penguasaan dan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
  2. Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri
  3. Maraknya budaya Barat dan akulturasi budaya
  4. Kurangnya kesadaran masyarakat memilah budaya yang baik atau buruk
  5. Munculnya keinginan untuk mencari kebebasan,seperti negara-negara barat
  6. Meniru gaya berbusana,rambut,serta gaya hidup ke barat-baratan.
Dampak Positif Westernisasi
  1. Dapat menguasai IPTEK
  2. Penggunaan bahasa lain dalam komunikasi meningkatkan wawasan dan pengetahuan
  3. Munculnya ide-ide baru yang dapat membantu kemajuan IPTEK
  4. Terjadi akulturasi budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya karena masyarakat selalu menginginkan hal-hal yang baru
Dampak Negatif Westernisasi


  1. Melunturkan semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri
  2. Mencari segala sesuatu yang instan
  3. Gaya Hidup yang bersifat konsumtif
  4. Lunturnya jiwa nasionalis dan jati diri bangsa
  5. Budaya Barat yang dikenal dengan konsep liberalisme,yang mengakibatkan munculnya pornografi,pergaulan bebasa,dan sebagainya.

Pengertian,Ciri,dan Dampak Westernisasi